Kembali ke Blog
Edukasi Sunnah

Rangkaian Sunnah Menyambut Kelahiran: Dari Tahnik hingga Aqiqah

Panduan lengkap untuk orang tua baru tentang urutan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan setelah bayi dilahirkan.

Ustadz Pembimbing18 Oktober 20266 menit baca
Ilustrasi Rangkaian Sunnah Menyambut Kelahiran

Kelahiran seorang anak adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada sebuah keluarga.

Biasanya setelah bayi lahir, suasana rumah berubah total. Yang sebelumnya tenang, kini mendadak ramai oleh suara tangisan bayi, notifikasi ucapan selamat, foto-foto yang dikirim ke grup keluarga, hingga pertanyaan klasik dari para kerabat:

"Sudah dikasih nama belum?"

Namun bagi seorang muslim, menyambut kelahiran anak bukan hanya soal membeli perlengkapan bayi, membagikan kabar gembira, atau menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen lucu si kecil.

Islam telah mengajarkan serangkaian sunnah yang sangat indah untuk menyambut hadirnya seorang buah hati.

Mulai dari mengumandangkan azan, melakukan tahnik, memberi nama yang baik, mencukur rambut bayi, hingga melaksanakan aqiqah.

Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagi Ayah dan Bunda agar tidak bingung menjalankan sunnah-sunnah tersebut.


Mengapa Sunnah Kelahiran Penting?

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Menariknya, Islam telah mengajarkan "hadiah pertama" untuk bayi bahkan sejak hari pertama kehidupannya di dunia.

Sunnah-sunnah ini bukan sekadar tradisi. Melainkan bentuk ibadah yang mengandung doa, keberkahan, dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan bermanfaat bagi umat.


1. Mengumandangkan Azan dan Iqamah pada Bayi

Salah satu amalan yang dikenal di tengah kaum muslimin adalah mengumandangkan azan di telinga bayi yang baru lahir. Tujuannya agar kalimat pertama yang didengar sang bayi adalah kalimat tauhid dan pengagungan kepada Allah.

Bayangkan betapa indahnya. Saat pertama kali hadir di dunia, yang menyambutnya bukan suara musik, melainkan kalimat:

Allahu Akbar, Allahu Akbar...

Kalimat yang akan menemani hidupnya hingga akhir hayat. Sebagian ulama juga menyebutkan iqamah di telinga sebelahnya, meskipun pembahasan mengenai derajat haditsnya memiliki rincian tersendiri di kalangan para ulama.


2. Melakukan Tahnik untuk Bayi

Tahnik merupakan sunnah yang sangat indah namun sering terlupakan. Tahnik adalah mengunyahkan kurma kemudian mengusapkannya ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir.

Rasulullah ﷺ pernah melakukan tahnik kepada bayi-bayi para sahabat.

Apa Hikmah Tahnik?

Di antara hikmahnya:

  • Mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  • Mendoakan keberkahan bagi bayi.
  • Memberikan rasa manis pertama yang baik bagi bayi.

Pada zaman dahulu, kurma menjadi pilihan utama karena mudah didapatkan dan memiliki banyak manfaat. Saat ini, jika kurma tidak tersedia, sebagian ulama membolehkan menggunakan sesuatu yang manis. Namun kurma tetap menjadi pilihan terbaik karena sesuai sunnah.

Kurma atau Madu untuk Tahnik?

Idealnya menggunakan kurma sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ. Namun dalam kondisi tertentu, sebagian ulama membolehkan menggunakan bahan manis lainnya.

Jika menggunakan madu, pastikan memilih madu yang benar-benar berkualitas dan alami. Misalnya madu premium seperti:

  • Madu Sidr Yaman
  • Madu Sumroh Yaman
  • Madu hutan murni berkualitas tinggi

Tentu penggunaannya hanya dalam jumlah yang sangat sedikit untuk keperluan tahnik. Karena tujuan utamanya bukan memberi makan bayi, melainkan menjalankan sunnah dan mengambil keberkahan.


3. Memberikan Nama yang Baik

Setelah bayi lahir, salah satu tugas penting orang tua adalah memilih nama terbaik. Dan percayalah... Memilih nama kadang lebih sulit daripada memilih warna cat rumah. Karena nama akan dibawa anak seumur hidup.

Islam sangat menganjurkan nama yang memiliki makna baik. Rasulullah ﷺ menyukai nama-nama yang mengandung penghambaan kepada Allah seperti:

  • Abdullah
  • Abdurrahman
  • Abdul Aziz
  • Abdul Malik

Atau nama para nabi dan sahabat yang mulia.

Tips Memilih Nama Anak

Pilih nama yang:

  • Bermakna baik
  • Mudah diucapkan
  • Tidak mengandung unsur kesyirikan
  • Tidak mengandung makna buruk
  • Membawa doa dan harapan yang baik

Karena setiap kali nama itu dipanggil, di sana ada doa yang terus diulang oleh orang tua.


4. Mencukur Rambut Bayi pada Hari Ketujuh

Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah mencukur rambut bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Setelah dicukur, rambut tersebut ditimbang. Kemudian orang tua dianjurkan bersedekah senilai berat rambut tersebut dalam bentuk perak atau nilai yang setara.

Hikmah Mencukur Rambut Bayi

Di antaranya:

  • Mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  • Membersihkan bayi.
  • Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah.
  • Melatih kepedulian sosial melalui sedekah.

Meskipun berat rambut bayi biasanya hanya beberapa gram, nilai ibadah di sisi Allah tentu jauh lebih besar daripada angka timbangannya.


5. Melaksanakan Aqiqah pada Hari Ketujuh

Inilah sunnah yang paling dikenal ketika menyambut kelahiran anak. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas karunia buah hati.

Kapan Waktu Terbaik Aqiqah?

Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Jika belum mampu, sebagian ulama membolehkan hari ke-14 atau ke-21.

Jumlah Kambing untuk Aqiqah

  • Untuk anak laki-laki: Dua ekor kambing
  • Untuk anak perempuan: Satu ekor kambing

Mengapa Aqiqah Sangat Dianjurkan?

Karena aqiqah mengandung banyak manfaat sekaligus:

  • Bentuk syukur kepada Allah.
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Berbagi makanan kepada kerabat dan tetangga.
  • Membantu fakir miskin.
  • Menjalin silaturahmi.

Bahkan tidak sedikit keluarga yang menjadikan momen aqiqah sebagai sarana berkumpul bersama keluarga besar.


Urutan Sunnah Menyambut Kelahiran Bayi

Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasannya:

Saat Bayi Baru Lahir

  1. Mengumandangkan azan.
  2. Mendoakan keberkahan untuk bayi.

Hari-Hari Awal

  1. Melakukan tahnik.
  2. Menentukan nama terbaik.

Hari Ketujuh

  1. Mencukur rambut bayi.
  2. Bersedekah sesuai berat rambut.
  3. Melaksanakan aqiqah.

Dengan menjalankan sunnah-sunnah ini, orang tua tidak hanya menyambut kelahiran anak dengan kebahagiaan, tetapi juga dengan ibadah yang penuh keberkahan.


Solusi Praktis untuk Orang Tua Baru

Mari jujur sejenak. Hari-hari pertama setelah bayi lahir biasanya cukup melelahkan. Kurang tidur, jadwal menyusui, kontrol kesehatan bayi, belum lagi tamu yang datang silih berganti.

Karena itulah banyak keluarga saat ini memilih layanan aqiqah terima beres. Mulai dari pemilihan kambing, penyembelihan sesuai syariat, pengolahan sate dan gulai, hingga pengemasan dan distribusi makanan ditangani oleh pihak yang berpengalaman.

Sehingga Ayah dan Bunda bisa lebih fokus mendampingi buah hati yang baru lahir.


Penutup

Kelahiran anak bukan hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan besar untuk menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ. Mulai dari azan, tahnik, memberi nama yang baik, mencukur rambut, hingga melaksanakan aqiqah, semuanya merupakan rangkaian ibadah yang sarat makna dan keberkahan.

Semoga setiap Ayah dan Bunda yang sedang menanti atau baru menyambut kelahiran buah hati dimudahkan untuk menjalankan sunnah-sunnah tersebut dan dikaruniai anak-anak yang shalih, sehat, cerdas, serta menjadi penyejuk hati dunia dan akhirat.

Promo Spesial Aqiqah

Pesan Paket Aqiqah Terima Beres Sekarang!

Dapatkan gratis sertifikat, dokumentasi pemotongan, tester masakan, dan merchandise eksklusif. Kami menjamin masakan empuk, lezat, dan tidak prengus.

Chat WA Admin